Tapi dari semua yang telah aku alami aku baru sadar bahwa "Kalau kau hanya mampu mencintai dalam diam, maka bersiaplah untuk kehilangan". Hal itu memang terbukti karena sekarang dia telah dimiliki orang lain, dan sampai sekarang aku tak mampu menggantikan tempat di hatinya yang ada hanyalah kesakitan yang ku dapat dari semua kejujuran yang telah dia berikan. Semakin aku mencoba, semakin aku merasa hatiku terhayat-hayat oleh silet dan hancur diinjak-injak.
Aku selalu berusaha melupakannya dengan berkata pada diriku sendiri bahwa
''Lupakanlah
dia yang tak pernah berusaha menoleh kepada mu''. Dan naasnya, hal itu tak pernah berlaku selama aku berada di dekatnya dan aku merasa ini gila dan tak mampu ku kontrol. Tapi apa daya jika yang dia inginkan bukan diriku, mungkin aku akan menemukan yang terbaik dari dia namun ku rasa untuk mencintai yang terbaik itupun tak gampang. Karena aku harus mampu melupakan dia baru aku mampu mencintai yang lain.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar